GIVE RADIO IKOM UNIVET
Redaksi / Pemasangan Iklan
Total Tayangan Halaman
Zona Ramadhan
![]() |
| Sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua. |
Perkuat Karakter Sejak Dini, Murid Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan
Solo - majalahlarise.com - Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Haji Isa sekolah setempat, Jumat (13/3/2026).
Mengusung tema “Ramadan Vibe: One Day, One Kindness”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga sebuah gerakan moral untuk menanamkan komitmen berbuat baik setiap hari. Melalui tema tersebut, para murid diajak memahami bahwa kebaikan merupakan perilaku berkelanjutan yang dapat menciptakan dampak positif di lingkungan sekitar.
Ketua Pesantren Ramadan kelas I, Wahyu Widodo, menekankan pentingnya pembentukan adab dan kesantunan sejak usia dini.
“Kami menanamkan sikap santun dan komitmen untuk melakukan setidaknya satu kebaikan setiap hari. Meski terlihat sederhana bagi orang dewasa, hal ini merupakan fondasi karakter yang kuat bagi anak-anak,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.
Kegiatan inti diawali dengan edukasi kreatif Do It Yourself (DIY). Para murid melatih keterampilan sensorik dan motorik melalui pembuatan amplop Lebaran hasil karya mandiri. Guru pendamping turut membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam proses melipat dan menggunting. Kegiatan ini juga memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan kreativitas melalui desain, warna, dan ukuran amplop yang beragam.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan salat Asar berjemaah sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus implementasi pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah. Usai salat, para murid mengikuti Lomba Ranking 1 yang menguji literasi keagamaan, ketepatan berpikir, numerasi, serta kejujuran dalam menjawab soal dengan sistem gugur hingga tersisa satu pemenang.
Koordinator tim kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut dirancang sebagai sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.
“Mereka baru pertama kali mengikuti lomba seperti ini, tetapi konsentrasi mereka sangat baik dan kemampuan berpikirnya cukup cepat. Semoga kegiatan ini dapat membentuk mental kompetitif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri murid,” ungkapnya.
Menjelang penutupan, kegiatan semakin semarak dengan sesi story telling bersama Kak Amin. Melalui kisah inspiratif, para murid diajak untuk menumbuhkan sikap hormat dan bakti kepada orang tua.
“Cara menghormati dan menyayangi orang tua dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah, mendoakan, tidak membantah, serta berbicara dengan lembut dan sopan,” pesannya.
Salah satu peserta, Clareen Jenafayze Kalfani, mengaku terharu dengan cerita yang disampaikan.
“Aku terharu dengan cerita Kak Amin. Ternyata orang tua tidak membutuhkan balasan besar, mereka hanya butuh perhatian dan waktu dari kita. Kalau sudah besar nanti, aku ingin membahagiakan mereka dengan cara sederhana,” tuturnya dengan senyum.
Kegiatan Pesantren Ramadan ditutup dengan suasana hangat melalui buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara murid dan guru. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia. (Sofyan)
Baca juga: Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga
Zona Ramadhan
![]() |
| Kegiatan Safari Ramadhan pada Kamis (12/3/2026) di Pawon Teras. |
Safari Ramadhan SD Muhammadiyah PK Banyudono, Meneguhkan Guru Profesional, Amanah, dan Dirindu Surga
Boyolali – majalahlarise.com - Dalam rangka mengisi kegiatan bulan suci Ramadhan 1447 H, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Safari Ramadhan pada Kamis (12/3/2026) di Pawon Teras. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Agus Sutrisno dengan tema inspiratif “Guru Profesional, Guru Amanah, dan Guru yang Dirindu Surga.”
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh guru dan karyawan hadir mengikuti rangkaian acara, didukung pula oleh perwakilan paguyuban kelas yang turut memberikan semangat dalam peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.
Ketua panitia, Ustaz Habibi, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali niat dan komitmen para pendidik, khususnya di bulan penuh berkah. Ia menguraikan Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk memperbaiki diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjalankan amanah sebagai guru.
“Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk introspeksi dan memperkuat niat. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga membawa amanah besar dalam membentuk karakter generasi,” tuturnya.
Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., M.M., dalam sambutannya mengajak seluruh pendidik untuk terus meningkatkan profesionalisme yang dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab. Ia mengatakan peran guru tidak sekadar menyampaikan materi, melainkan juga mendidik dengan hati.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi mendidik dengan keteladanan. Guru yang amanah akan melahirkan generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber Agus Sutrisno menguraikan tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang guru. Pertama, profesional, yakni menjalankan tugas dengan kompetensi yang terus diasah dan diperbarui. Kedua, amanah, yaitu menjaga kepercayaan dalam mendidik siswa dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, menjadi guru yang dirindu surga, yakni sosok pendidik yang ikhlas, sabar, serta senantiasa mengharap ridha Allah dalam setiap pengabdian.
“Menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa. Ketika dijalani dengan ikhlas, maka setiap langkah akan bernilai ibadah,” ungkapnya.
Suasana semakin hangat saat sesi diskusi dan refleksi berlangsung. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman sekaligus memperdalam pemahaman mengenai peran strategis guru dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama, memohon kekuatan dan keistiqamahan bagi seluruh guru dalam menjalankan amanah mulia sebagai pendidik.
Melalui Safari Ramadhan ini, SD Muhammadiyah PK Banyudono menunjukkan komitmennya dalam membina guru yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan integritas moral. Semangat Ramadhan diharapkan terus menginspirasi setiap langkah pengabdian dalam dunia pendidikan. (Sofyan)
Zona Ramadhan
![]() |
| Kepala SMPN 2 Pracimantoro, Asih Budi Utami, S.Pd saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Ramadan. |
Siswa Antusias, SMP Negeri 2 Pracimantoro Gelar Pesantren Ramadan dan Berbagi Takjil
WONOGIRI – majalahlarise.com - Peningkatan keimanan dan ketakwaan, penanaman karakter religius, penguatan disiplin, serta rasa empati menjadi fokus utama kegiatan Ramadan di SMP Negeri 2 Pracimantoro. Berbagai program diselenggarakan secara terencana dan melibatkan seluruh siswa dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut meliputi Pesantren Ramadan yang berlangsung pada 11–14 Maret 2026, serta aksi berbagi takjil pada 12 Maret 2026. Sebanyak 450 paket takjil dibagikan kepada masyarakat di depan sekolah dan di kawasan Balai Desa Pracimantoro sebagai wujud kepedulian sosial siswa.
Kepala sekolah, Asih Budi Utami, S.Pd menyampaikan kegiatan Ramadan dirancang tidak sekadar sebagai agenda rutin, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter siswa secara menyeluruh.
“Kegiatan yang diselenggarakan pada bulan Ramadan ini dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, penanaman karakter religius, penguatan disiplin dan rasa empati, serta perilaku-perilaku baik sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
![]() |
| Kegiatan pesantren Ramadan. |
Ia menguraikan, rangkaian kegiatan meliputi pesantren Ramadan, berbagi takjil, pengajian akbar, salat dhuha berjamaah, hafalan Juz Amma, hingga penguatan iman bagi siswa nonmuslim. Seluruh program dirancang agar siswa tidak hanya memahami nilai-nilai kebaikan, tetapi juga membiasakannya dalam kehidupan nyata.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membentuk karakter siswa yang beriman, disiplin, peduli terhadap sesama, serta terbiasa melakukan hal-hal positif dalam keseharian.
“Aspek yang ditanamkan meliputi peningkatan keimanan dan ketakwaan, penanaman karakter religius, penguatan disiplin, serta rasa empati. Semua itu diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan antusiasme siswa sangat tinggi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para siswa terlihat semangat, aktif, dan proaktif dalam setiap agenda yang dilaksanakan.
![]() |
| Aksi berbagi paket takjil kepada masyarakat di depan sekolah. |
“Antusiasme siswa luar biasa, mereka mengikuti kegiatan dengan semangat dan proaktif,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan Ramadan ini dapat menumbuhkan keikhlasan dalam diri siswa dalam menjalankan ibadah maupun aktivitas kebaikan lainnya.
“Harapannya, siswa melaksanakan puasa dan mengikuti kegiatan dengan rasa keikhlasan. Karena setiap keikhlasan pasti ada kebaikan. Hal-hal baik yang disampaikan menjadi pembiasaan, dan dari perilaku baik akan teriring doa-doa baik untuk keberhasilan semua siswa,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Pracimantoro terus berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan nilai-nilai spiritual. (Sofyan)
Zona Ramadhan
![]() |
| Tim penyuluh dari KUA Nguntoronadi saat menyampaikan materi keagamaan. |
Pesantren Ramadan 1447 H SMA Negeri 1 Nguntoronadi Menjemput Ampunan, Mengukir Perubahan
Wonogiri — majalahlarise.com - SMA Negeri 1 Nguntoronadi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H pada Selasa (10/3/2026) hingga Jumat (13/3/2026) di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi momentum pembinaan spiritual bagi para siswa selama bulan suci Ramadan sekaligus sarana menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.
Pesantren Ramadan dilaksanakan oleh pengurus Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dengan melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII yang beragama Islam. Selama empat hari kegiatan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas ibadah dan kajian keislaman yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap hari para siswa melaksanakan shalat dhuha berjamaah, dilanjutkan khotmil Al-Qur’an, kemudian shalat dzuhur berjamaah, dan diakhiri dengan shalat ashar berjamaah. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membiasakan siswa menjalankan ibadah secara disiplin sekaligus menumbuhkan suasana religius di lingkungan sekolah.
Selain kegiatan ibadah, para siswa juga mengikuti sesi unjuk bakat Islami. Dalam kegiatan ini, perwakilan setiap kelas menampilkan satu pertunjukan yang menampilkan berbagai bakat, seperti qiraatul Qur’an, hafalan Al-Qur’an, nasyid, rebana, serta berbagai ekspresi seni Islami lainnya.
![]() |
| Panitia membagikan sekitar 300 paket takjil kepada para pengguna jalan di sepanjang ruas jalan depan Alun-alun Nguntoronadi hingga Kantor Kecamatan Nguntoronadi. |
Dalam rangkaian Pesantren Ramadan tersebut, siswa juga mendapatkan materi keagamaan yang mencakup keimanan, ibadah, Al-Qur’an, akhlak, muamalah, serta tarikh atau sejarah kebudayaan Islam. Materi disampaikan oleh tim penyuluh dari KUA Nguntoronadi serta Novrida Aryani Puspitasari, S.S., penyuluh KUA Giriwoyo.
Materi tersebut mengusung tema “Menjemput Ampunan, Mengukir Perubahan”, yang mengajak para siswa menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi diri untuk memperbaiki kebiasaan serta meningkatkan kualitas ibadah.
Sementara itu, bagi siswa yang beragama Kristen dan Katolik, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan pembinaan keimanan yang dilaksanakan di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan tersebut dibimbing oleh guru yang beragama Kristen dengan fokus pada refleksi spiritual, penguatan iman, serta pembinaan karakter sesuai ajaran agama masing-masing.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Jumat (13/3/2026) melalui kegiatan Takjil On The Road. Dalam kegiatan tersebut, siswa bersama panitia membagikan sekitar 300 paket takjil kepada para pengguna jalan di sepanjang ruas jalan depan Alun-alun Nguntoronadi hingga Kantor Kecamatan Nguntoronadi.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus praktik langsung nilai berbagi di bulan Ramadan.
Masih pada hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh guru, karyawan, serta siswa SMA Negeri 1 Nguntoronadi. Kebersamaan semakin terasa melalui pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan shalat Isya dan Tarawih berjamaah sebagai penutup kegiatan.
Kepala SMA Negeri 1 Nguntoronadi, Istuti, menyampaikan kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian penting dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa.
“Pesantren Ramadan bukan hanya kegiatan rutin tahunan, tetapi momentum bagi siswa untuk memperdalam iman sekaligus melatih kepedulian sosial. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan ini dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Nguntoronadi, Rosyida Nur Rahmawati, menguraikan kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan baik kepada para siswa.
“Melalui rangkaian ibadah, kajian keagamaan, serta kegiatan sosial seperti berbagi takjil, siswa diajak menyadari Ramadan merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun perubahan yang lebih baik dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, SMA Negeri 1 Nguntoronadi berharap para siswa mampu menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, memperkuat akhlak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. (Grina/ Sofyan)
Baca juga: Dosen DKV ISI Surakarta Lolos Kurasi Pameran Poster Internasional di Turki
Zona Ramadhan
![]() |
| Kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar Jamaah Al-Hidayah Bentongan, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak. |
Pengajian dan Buka Bersama Al-Hidayah Bentongan Ajak Warga Mesra dengan Al-Qur’an
Boyolali — majalahlarise.com - Suasana kebersamaan dan kekhusyukan menyelimuti kegiatan pengajian dan buka puasa bersama yang digelar Jamaah Al-Hidayah Bentongan, Desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Ahad (15/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Pujiono yang juga menjabat sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafiul Ulum Canden, Sambi.
Acara yang berlangsung di lingkungan Bentongan ini dihadiri warga RT 01 dan RT 04. Sejak sore hari para jamaah tampak hadir dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pengajian, dilanjutkan doa bersama, dan diakhiri dengan buka puasa bersama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Pujiono menyampaikan tema “Yuk, Mesra dengan Al-Qur’an”. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan.
“Al-Qur’an bukan sekadar dibaca saat ada waktu luang. Al-Qur’an adalah sahabat hidup kita. Jika kita mesra dengan Al-Qur’an, maka hidup kita akan dipenuhi keberkahan,” ujar Ustadz Pujiono di hadapan jamaah.
Ia juga menguraikan pentingnya membiasakan keluarga membaca Al-Qur’an di rumah, terutama selama bulan Ramadan. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.
“Mulailah dari keluarga. Jika di rumah terbiasa membaca Al-Qur’an, insyaallah rumah itu akan menjadi tempat yang penuh rahmat dan ketenteraman,” jelasnya.
Salah satu panitia kegiatan, Rahmad, menyampaikan rasa syukur atas partisipasi masyarakat yang sangat baik dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam terselenggaranya acara pengajian dan buka bersama.
“Alhamdulillah warga sangat antusias mengikuti pengajian dan buka bersama ini. Semoga kegiatan seperti ini semakin mempererat ukhuwah serta menambah semangat kita untuk mencintai Al-Qur’an,” katanya.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Setelah itu para jamaah menikmati hidangan berbuka dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, warga berharap silaturahmi antarwarga semakin kuat sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di lingkungan Bentongan dan sekitarnya. (Sofyan)
Baca juga: Karakter Orang Bertakwa, Meyakini Kebenaran Alquran
Zona Ramadhan
![]() |
| Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko dalam kajian spesial Ramadan bertajuk “Ramadan Penuh Rahmat”. |
Karakter Orang Bertakwa, Meyakini Kebenaran Alquran
SOLO – majalahlarise.com - Puasa Ramadan memiliki tujuan utama membentuk insan yang bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko dalam kajian spesial Ramadan bertajuk “Ramadan Penuh Rahmat” yang digelar di Masjid Subulussalam Komplang RT 03 RW 01 Kadipiro, Solo, Minggu (15/3/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustaz Jatmiko menguraikan salah satu karakter utama orang bertakwa adalah meyakini sepenuhnya kebenaran Alquran tanpa keraguan sedikit pun.
“Sebagai muslim, khususnya jemaah Masjid Subulussalam, kita tidak perlu ragu terhadap Alquran. Allah telah berfirman: Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Hal itu dapat dilihat pada Surah Al-Baqarah ayat 2,” jelas anggota Korp Mubalig Majelis Tabligh PDM Solo tersebut.
Menurutnya, Ramadan dikenal sebagai bulan rahmat atau bulan kasih sayang. Pada bulan ini Allah melipatgandakan pahala ibadah yang dilakukan umat Islam.
“Di bulan Ramadan, pahala ibadah wajib dilipatgandakan hingga berpuluh-puluh kali. Sementara ibadah sunnah diberikan pahala seperti ibadah wajib,” tuturnya.
Ia juga menguraikan keistimewaan lain Ramadan, yakni hadirnya malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
“Di dalam bulan Ramadan Allah menurunkan sebuah malam istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan atau sekitar 83 tahun empat bulan,” katanya.
Selain itu, Ramadan merupakan bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, aktivitas membaca Alquran menjadi langkah awal untuk menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim: “Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.”
Dalam konteks era digital saat ini, ia mengajak umat Islam untuk menghidupkan gerakan literasi Alquran.
“Gerakan WA atau Waosan Alquran, membaca Alquran, selaras dengan perintah membaca dalam Surah Al-Alaq, yaitu Iqra’, bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan,” ujarnya sambil tersenyum.
Menutup tausiyahnya, ia mengajak jemaah memanjatkan doa yang dikenal sebagai doa sapu jagat, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah.
“Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah waqina ‘adzaban nar,” tuturnya.
Setelah kajian selesai, seluruh peserta mengikuti iftar bersama dengan hidangan sederhana seperti kurma, semangka, teh hangat, kolak, serta soto lengkap dengan kerupuk. (Sofyan)
Zona Ramadhan
PCA Banyudono Gelar Pesantren Birrul Walidain ke-2 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono
Boyolali – majalahlarise.com - Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banyudono kembali menggelar kegiatan Pesantren Birrul Walidain ke-2 yang berlangsung pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026 di Ma’had ‘Aisyiyah Banyudono. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan keislaman yang bertujuan menanamkan nilai akhlak mulia, khususnya sikap berbakti kepada orang tua atau birrul walidain.
Pesantren ini dipimpin oleh Ketua Panitia Hj. Sri Muryati dan diikuti oleh peserta yang antusias mengikuti rangkaian pembinaan selama dua hari. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua PCA Banyudono Sri Widayati, S.Sos.
Dalam sambutannya, Sri Widayati menyampaikan pendidikan akhlak memegang peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta semakin memahami pentingnya berbakti kepada orang tua dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Selama pelaksanaan pesantren, para peserta mendapatkan berbagai materi pembinaan yang bersifat edukatif sekaligus spiritual. Beberapa di antaranya adalah Membedah Makna di Balik Bacaan Sholat untuk Meraih Kekhusyukan dalam Beribadah, Mengendalikan Pikiran dan Mengelola Hati, Tuntunan Islam dalam Menghadapi Ujian Hidup, serta Fiqih Zakat.
Ketua Panitia, Hj. Sri Muryati, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan keagamaan, tetapi juga memperkuat spiritualitas peserta agar lebih mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran untuk selalu menghormati dan menyayangi orang tua, sekaligus memperkuat ketakwaan dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Melalui kegiatan Pesantren Birrul Walidain ini, PCA Banyudono berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri peserta, sehingga mampu membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, tangguh, dan bertanggung jawab di tengah kehidupan bermasyarakat. (Sofyan)
Baca juga: Pemuda Muslim Sukoharjo Bagikan Takjil Toleransi kepada Jemaat Gereja Hati Kudus
Top 5 Popular of The Week
-
5 KOMPONEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Oleh: Novi Astutik, S.Pd.SD SD Negeri 4 Wonogiri, Wonogiri Jawa Tengah Novi Astutik, S.Pd.SD ...
-
TRADISI KROBONGAN Oleh: Aris Prihatin SMPN 1 Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aris Prihatin Masyarakat J...
-
ICE BREAKING SALAM PANCASILA TINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MENGGALI IDE PENDIRI BANGSA TENTANG DASAR NEGARA Oleh : Suheti Priyani, S.Pd Guru M...
-
Noah Nexus Protocol, menggelar kegiatan HOPE (Happy Of Presentation) dengan tajuk “Solo Kuasai Masa Depan Lewat Teknologi Blockchain”. NOAH ...
-
PEMANFAATAN APOTEK HIDUP DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh : Rosi Al Inayah, S.Pd Guru SMK Farmasi Tunas Harapan Demak, Jawa Tengah Rosi Al Inayah...
-
Menikmati makan gendar pecel di Gazebo. Watu Plenuk Mutiara Wisata Perbatasan Weru–Ngawen yang Menyuguhkan Alam, Kuliner, dan Kedamaian Gunu...
-
FILSAFAT JAWA KIDUNGAN “ANA KIDUNG RUMEKSA ING WENGI” Oleh: Sri Suprapti Guru Bahasa Jawa di Surakarta Sri Suprapti Filsafat Jawa a...
-
GENERASI KEDUA (LULUSAN) MASA CORONA Oleh: M. Nur Salim, SH. M.Pd Guru PPKn dan Kepala Sekolah SMK Kesehatan Cipta Bhakti Husada Yogyakarta ...
-
Kepala SMP Negeri 8 Surakarta, Triad Suparman, M.Pd beserta bapak ibu guru dan siswa foto bersama dengan karya tulisan kata-kata mutiara. ...
-
Proses pembuatan jenang tradisional. Melihat Lebih Dekat Usaha Jenang Tradisional 'UD TEGUH' Kedung Gudel Kenep Sukoharjo- majala...














